Fandoms
- SEVENTEEN (Band) (29)
Recent works
-
Tags
Summary
Jihoon seorang medioker yang menghabiskan harinya sebagai pekerja kantoran biasa, kerja, pulang tepat waktu, repeat. Namun suatu hari, pertemuannya kembali dengan teman masa kecilnya, Kwon Soonyoung, mengubah arah hidup yang sudah ia rencanakan menjadi seratus delapan puluh derajat berbeda.
Kisah ini merupakan penggalan kepingan puzzle kehidupan mereka baik di masa sekarang, masa lalu, dan masa depan.
-
Tags
Summary
Setiap manusia terlahir bersama Shai—manifestasi dari kehidupan dan takdir. Shai menentukan seberapa panjang garis hidup seseorang dan mendampingi hidup orang itu sampai dengan putusan terakhir kehidupannya di hadapan Osiris. Hanya seorang oracle yang mampu melihat Shai ketika seseorang lahir dan meramalkan gambaran garis besar kehidupan orang itu.
Kwon Soonyoung tidak terlahir dengan Shai—atau bisa jadi Shai-nya tidak berada di sekitarnya. Setidaknya begitulah penglihatan Oracle istana dua puluh lima tahun yang lalu.
Bisakah seorang manusia terlahir tanpa takdir?
-
Tags
Summary
rumah/ru·mah/ n 1 bangunan untuk tempat tinggal; 2 bangunan pada umumnya (seperti gedung)
Bagi sebagian orang, rumah hanya sekadar bangunan tempat berteduh dari terik matahari, berlindung dari derasnya hujan, atau mungkin tempat menyandarkan punggung ketika lelah. Namun, bagi sebagian lainnya, rumah bukanlah sekadar bangunan secara harfiah.
“Udah berapa lama nggak pulang emangnya?”
Soonyoung mengerjapkan matanya, bingung bagaimana menanggapi pertanyaan yang dilontarkan orang di depannya. Kondisinya sekarang sedikit rumit, dan menjelaskan kekacauan yang terjadi dalam hidupnya pada orang yang baru ditemuinya beberapa menit sepertinya hanya sebuah kesia-siaan.
-
Tags
Summary
Empat puluh delapan tribute, dua pemenang.
‘Are you, are you
Coming to the tree?’“Aku sama sekali nggak pernah ingin terlibat dalam permainan setan ini, Kwon Soonyoung.”
“Iya, aku tahu. Tapi kita sudah berjalan sejauh ini.”
“When all of this met its end, then what?”‘Where I told you to run
So we'd both be free’“Aku mencintai keluargaku, teman-temanku, tanah kelahiranku.”
Pria tua di depannya mengangkat kedua ujung bibirnya—lebih terlihat seperti seringaian dibanding senyuman.
“Kau tahu, Lee Jihoon? Hal yang kau cintai, bila kau genggam terlalu erat, dialah yang akan menghancurkanmu.”‘Strange things did happen here, no stranger would it be
If we met at midnight in the hanging tree’“Halo, aku Kwon Soonyoung. Pemenang permainan ini tujuh tahun yang lalu.”
“Welcome to the Capitol, Lee Jihoon.” -
Tags
Summary
"Mimpi buruk lagi?”
Jihoon memperbaiki posisi duduknya di kursi. Entah sejak kapan ia tertidur dan ketika sadar, jam digital di atas kubikelnya sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Hong Jisoo, senior di departemennya menarik kursi ke samping Jihoon dan duduk di sana setelah meletakkan segelas minuman hangat yang ia yakin berisi teh kamomil dari aromanya.
“Kau tidak tidur berhari-hari. Ketika kau berhasil tertidur, mimpi buruk itu datang lagi. Jihoon, kurasa kau benar-benar membutuhkan bantuan medis.”Masalahnya Jihoon tahu kalau mimpi buruk itu tidak akan pernah berakhir. Bukankah karma akan selalu mengejar si empunya di dunia manapun ia berada?
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 2,370
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 4
- Hits:
- 115
Recent series
-
- Words:
- 4,078
- Works:
- 2
-
- Words:
- 17,340
- Works:
- 2
- Bookmarks:
- 1
-
- Words:
- 40,670
- Works:
- 2
-
- Words:
- 6,491
- Works:
- 1

