Actions

Work Header

Dynamics

Summary:

Setelah bertemu dengan Martin yang seorang Alpha, Juhoon merasa ada yang tidak beres dengan sisi Omega Resesifnya.

Chapter 1: Tentang Juhoon

Chapter Text

Juhoon menatap malas lembaran coret-coretan yang ia kerjakan selama guru biologi sedang menjelaskan materi. Hari ini adalah pelajaran biologi tentang sistem tubuh Omega.

Sedangkan Juhoon, ia merasa tidak begitu tertarik.

"Bukankah kamu terlalu terang-terangan?" Seonghyeon, teman sebangkunya bertanya pelan, takut mengganggu guru yang sedang menjelaskan kenapa sebuah feromon Alpha dapat mengganggu Omega ataupun saling menenangkan.

Juhoon mengangkat bahu, "Hanya bukan milikku."

Seonghyeon menautkan alisnya bingung. "Apanya yang bukan milikmu? Feromon?"

Juhoon memberhentikan gerakkan acaknya, ia menatap papan tulis yang sedang dicoret oleh guru biologinya. "Ya, karena aku tidak memilikinya." Jawabnya tidak peduli, mengatakan bahwa itu adalah omong kosong.

Seonghyeon sedikit mengerti, Juhoon adalah Omega Resesif. Mereka hampir sama dengan Beta, tidak memiliki feromon, atau belum memilikinya. Tetapi, selama ini Juhoon tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, selain di kelas biologi yang membosankan.

Kelas biologi sendiri dibagi dua sesi, salah satunya adalah sesi di mana mereka harus memperlajari dunia baru mereka. Tentang terikat, antara Alpha dan Omega, sedangkan Beta, siapa saja bisa mengambil keputusannya sendiri.

"Tapi... kamu bisa mencium feromonku, kan?" Seonghyeon bertanya dengan takut, ia melihat Juhoon yang mengangguk kecil.

"Iya, aku bukan Beta yang tidak bisa mencium feromon orang lain. Aku masih seorang Omega, mengerti?" Juhoon bertanya tajam, hendak menaruh kepalanya di meja kalau saja guru biologi mereka tidak mengintrupsi kegiatannya.

"Juhoon! Seonghyeon! Sepertinya kalian terlalu asik mengobrol sampai tidak mendengarkan saya?"

Dan mereka berdua hanya dapat meminta maaf.


Seonghyeon memiliki feromon yang manis, rata-rata Omega memiliki feromon manis. Juhoon bisa membauinya, itu begitu tipis, di indra penciuman Juhoon. Wangi bunga amber kerap kali menyapa Juhoon di pagi hari ketika Seonghyeon datang dengan senyum cerahnya.

"Setelah ini, kamu mau ke mana?" Seonghyeon bertanya penasaran.

"Ke rumah, aku ingin beristirahat." Juhoon menatap hal lain, merasa tertarik dengan pemandangan seseorang yang bermain basket.

"Namanya Martin, Alpha tinggi yang terkenal itu." Seonghyeon menjelaskan dengan menggebu-gebu, entah apa yang ada di pikiran Omega itu.

Juhoon tidak membalas, ia hanya tertarik dengan postur tubuhnya dan cara Alpha itu bermain basket. Bukan untuk mengenal siapa nama pria tersebut.

"Dia baik, feromonnya wanginya segar dan sedikit asin. Seperti air laut. Kamu harus berada di dekatnya." Seonghyeon kembali berucap dengan semangat, berharap Juhoon dapat membayangkan seperti apa Alpha Martin ketika berada dalam jangkauan Omega Resesif itu.

Juhoon mengamati, bagaimana Martin yang tinggi dengan mudah mencetak point. Keringat bercucuran dirambutnya yang berantakkan.

"Aku harus ke kelas," Juhoon berdiri, merasa salah dengan dirinya yang mengharapkan untuk berada di radius seorang Alpha seperti Martin.

Tanpa menunggu banyak hal dari Seonghyeon, Juhoon sedikit berlari, mengakibatkan dirinya bertabrakkan dengan siswa lain yang hendak menonton Martin bermain basket, tetapi, Juhoon hanya ingin dirinya, untuk saat ini, selamat dari jangkauan dirinya sendiri.

Karena setelah itu, Juhoon merasa ada yang tidak beres.


Saat ini, Juhoon berada di perpustakaan. Melihat-lihat buku yang dapat menggugah seleranya untuk membaca.

Lalu, sebuah wangi segar dan sedikit asin sedikit masuk ke dalam hidungnya. Juhoon merasa terganggu, ia menengok, melihat Martin yang sedang serius membaca setiap judul buku. Mungkin, Alpha itu hendak melakukan pembelajaran, atau sekedar bosan.

Juhoon sedikit menjauh ketika tangan Martin mendekat, hendak mengambil buku yang berada dalam jangkauan Juhoon. Omega tersebut menelan ludahnya susah payah.

Feromon Martin... sungguh mengganggu sisi Omeganya.

Juhoon merasa tenang, tetapi ia segara membuang muka. Merasa tidak pantas dengan pikirannya sendiri, karena mereka tidak dekat.

"Boleh aku ambil ini?" Martin bertanya, suaranya lembut, mengusik telinga Juhoon dan sedikit membuatnya berdenging.

Juhoon dengan cepat mengangguk, dengan kaku menghindar dari Martin. Feromonnya, benar-benar semakin padat.

Tidak sopan.

Juhoon tidak suka.

Omeganya tidak suka.

Tapi, merasa tenang. Untuk sesuatu yang pantas.

Martin melihatnya, pipi Juhoon sedikit memerah ketika pergi meninggalkan dirinya dengan buku yang tidak tau harus ia apakan. Karena sejatinya, Martin tidak terlalu menyukai buku.

Martin merasakan feromonnya yang meledak-ledak di sekitar mereka, sampai-sampai membuat sebagian siswa merasa terganggu. Padahal, ia sudah mencoba untuk meredamnya.


"Aku cari-cari kamu, ternyata di sini." Seonghyeon menghampiri Juhoon yang terdiam di samping pintu masuk perpustakaan dengan wajah yang memerah.

Ia memegang bahu Juhoon khawatir, "Ada apa dengan wajah kamu? Kamu sakit?"

Juhoon menggeleng, ia tidak tau ada apa dengan dirinya. Seseuatu ada yang salah, tetapi ia tidak mengetahui apa itu.

"Aku... aku harus pergi." Juhoon sedikit linglung, dan Seonghyeon mencoba membantu, memegang bahu Juhoon agar Omega itu tidak terjatuh dan membuatnya terluka.

Di sisi lain, Juhoon merasakan feromon Martin yang membekas. Memasuki paru-parunya dengan sopan, dan Juhoon merasa ia ingin menghirumnya lagi dan lagi.

"Hyeon, aku rasa ada yang salah." Juhoon berucap pelan, membuat mereka berhenti melangkah.

"Apa yang salah?"

Juhoon melepaskan rangkulan Seonghyeon, ia mengusap tengkuknya. "Tidak tau, tetapi ini aneh."

Juhoon tidak tau apa yang terjadi dengan Omega... ia hanyalah Omega Resesif yang tidak terlalu tertarik dengan kasta di atasnya. Juhoon hanya ingin menerima dirinya sendiri tanpa merasa perlu dikucilkan atau apapun itu.

Seonghyeon menghela napasnya lelah. "Kamu tidak tau? Katakan apapun yang kamu rasakan padaku sekarang, kalau begini, kamu bakalan bingung terus."

Juhoon terdiam, ia mencoba mencari-cari jawaban. Mungkin kelas biologi terdapat hal yang ia cari, hanya saja... Juhoon tidak pernah memperhatikan kelas tersebut dengan serius.

"Hah... kalau sudah begini aku bisa apa? Kamu selalu menyembunyikan hal yang penting, memangnya ada yang salah dari kamu memberitahukan aku hal tersebut? Aku membenci ini." Seonghyeon merasa frustasi, dan Juhoon dapat memahaminya.

"Entahlah, aku hanya tidak tau apa yang terjadi pada tubuhku." Juhoon mencoba memberi sesuatu pada Seonghyeon yang dapat ia gapai dengan mudah.

Aroma kecut sedikit tercium, sekiranya 'sedikit' itu yang dapat Juhoon rasakan. Karena, teman-teman sekitarnya sudah menutup hidung mereka dan menghindar. Seonghyeon sungguh merasa kesal, dan Juhoon dapat memahaminya.

"Aku harus ke dokter," Juhoon berucap pelan, dan Seonghyeon tidak bisa membalas apapun lagi.

"Kalau ada yang tidak beres, kamu bisa katakan apapun padaku kalau siap." Hanya itu, Seonghyeon hanya ingin Juhoon memberikan kepercayaan padanya.

Juhoon meremas celananya pelan, "Kamu... pernah merasa tenang hanya karena berada di dekat orang lain?"

Seonghyeon meratap ke masa lalu, pertanyaan Juhoon sedikit aneh untuk ukuran Omega Resesif yang tidak begitu tertarik ikatan dengan orang lain. "Ya. Dengan orang tuaku, aku merasa tenang jika di dekat mereka."

"Itu tidak salah."

Jawaban Seonghyeon sedikit membuat Juhoon kesal, dan temannya itu hanya bisa tertawa kencang melihat reaksi Juhoon yang menurutnya lucu.